Siswa 3 IPA 1 BW 2 Palembang 2003

Mahasiswa Kimia Fmipa Unsri

Saturday, December 26, 2009

Syair "Tuhan, titipkan jawaban kepada sang surya"

Tuhan, aku mengerti kau tak akan memberikan ujian kepada hambamu melebihi dari kemampuannya.
Tuhan, mengapa berat cinta ini tuk meyakinin hati ini bahwa ia mencintaiku setulus dan sepenuh hatinya.
Tuhan, mengapa begitu tampak sulit baginya tuk melupakan masa lalu meski aku selalu ada dihatinya.
Tuhan, mengapa begitu nampak ketidak sempurnaan cintanya kepadaku, jika ia masih saja mungusik otaknya dengan semua tentang masa lalu, begitu pentingkah hingga aku tidak bisa meluluhkan hatinya.
Jika benar Tuhan berilah aku petunjuk agar berarti baginya.
Tuhan, jika aku memikirka ia apakah ia memikirkanku. Dan lebih manakah kadar ia mencintaiku dan mengingatku dibandingkan dengan masa lalu.
Tuhan apakah mungkin, aku hanya dapat memberikan kebahagian kepadanya sementara saja, dan lebih banyak masa lalu yang mengisi jiwa dan hatinya.
Tuhan semudah itukah ia mengungkit masa lalu didepanku, seperti kemudahanku menutupi perasaan sakit sakit ketika ia mengungkit masa lalu.
Tuhan, berikanlah jawabanya pada matahari, aku tau, tak cukup pagi, siang, dan sore untuk tau semua jawaban itu, tapi meski matahari hanya sebatas senja hari, aku yakin ia akan sampaikan jawaban itu pada rembulan melalui sinarnya yang akan dipantulkan rembulan kepadaku.
Tuhan, tolong hentikan tangisanku ini, karna ku tahu ia takkan menangisiku seperti ini, ia hanya tahu tangisan buat masa lalu.
Tuhan, seraya kabulkan doaku, tolong sampaikan pesan batinku kepadanya, tentang permintaanku tuk lupakan masa lalu. Agar ia dapat berbahagia

1 comment:

  1. Mampir ke blog saya gan.. :D
    Saya penulis puisi ini.. :D

    http://rembulanyangmenangis.blogspot.com

    ReplyDelete