KIMIA UNSUR
1. GAS MULIA
a. Sifat fisis: - Jari-jari atom bertambah
- Energi ionisasi berkurang
- Affinitas elektron bertambah (positif)
- Titik leleh bertambah } molekul monoatomik
- Titik didih bertambah }gaya London (dispersi)
- Kerapatan/densitas bertambah
(CATATAN: affinitas elektron (+) penyerapan elektron disertai penyerapan energi ;
affinitas elektron (-) disertai pelepasan energi )
b. Sifat kimia : - Stabil / sukar bereaksi
- Kereaktifan bertambah
- Hanya bereaksi dengan unsur-unsur yang sangat elektronegatif ( F dan O)
c. Senyawa gas mulia : - XePtF6 (Neil Bartlett- 1962)
- Xe, Rn, Kr dapat bereaksi dengan fluorin
- He, Ne, dan Ar sukar bereaksi
(belum berhasil dibuat senyawanya)
d. Kegunaan: - alat penerang kegelapan (lampu neon)
- bola lampu listrik (gas argon)
- untuk zat pendingin (helium cair atau neon cair)
- pernafasan para penyelam dan penderita asma (helium dengan oksigen)
- bidang kesehatan dan terapi ( radon untuk terapi kanker ; xenon untuk
anestetik)
2. HALOGEN
Berasal dari kata Yunani halos ( = garam) dan genes ( = pembentuk)
a.Sifat fisis : - Jari-jari atom bertambah ; jari-jari ion X- bertambah
- Energi ionisasi berkurang
- Affinitas elektron berkurang (negatif)
- Keelektronegatifan berkurang
- Titik leleh bertambah
- Titik didih bertambah
- Kerapatan/densitas bertambah
- Potensial reduksi standar (Eo)berkurang (positif)
- Energi ikatan X-X berkurang , kecuali fluorin energi ikatnya lebih kecil
daripada klorin karena kecilnya jari-jari atom F, sehingga gaya tolak
besar
- Terdapat sebagai molekul diatomik (X2)
- Mengalami dissosiasi ( X2 (g) à 2 X (g) )
- Pada suhu kamar flurin dan klorin berupa gas; bromin – cair ; iodin –
padat (menyublim)
- Warna dan aroma tertentu :
fluorin (fluere = mengalir)– kuning muda ;
klorin (chloros = hijau) – hijau muda ;
bromin (bromos = pesing) – merah ; larutan bromin – coklat merah
tua ; iodin (iodes = ungu) hitam , larutan iodin – coklat ; larutan iodin
dalam pelarut tak beroksigen – merah ungu ; uap iodin – ungu
- mudah larut dalam pelarut non polar ; tetapi juga larut dalam air
(berkurang dari Fluorin ke Iodin)
2 F2(g) à H2O(l) à 4 HF + O2(g)
I2 (s) + I – (aq) çà I3 – (aq)
b. Sifat kimia : - Kereaktifan berkurang (Fluorin sangat reaktif)
- Reaksi dengan logam mengahsilkan halida logam dengan biloks tertinggi
- Reaksi dengan hidrogen membentuk hidrogen halida (HX)
- Reaksi dengan nonlogam dan metaloid
Khusus dengan unsur P, As, Sb :
P4 + 6Cl2 à 4 PCl3 (halogen terbatas)
P4 + 10 Cl2 à 4 PCl5 (halogen berlebih)
- Reaksi dengan air : X2 + H2O ßà HX + HXO
Khusus untuk fluorin : F2 + H2O ßà 2 HF + ½ O2
- Reaksi dengan basa :
X2 + NaOH à NaX + NaXO + H2O (suhu kamar)
X2 + NaOH à NaX + NaXO3 + H2O (suhu tinggi)
- Daya oksidasi halogen menurun
(Fluorin merupakan oksidator terkuat, iodin oksidator terlemah)
- Daya reduksi halida bertambah
( I - merupakan reduktor terkuat, F – merupakan reduktor terlemah)
- Reaksi pendesakan halogen :
Halogen bagian atas dapat mengusir/mendesak halogen yang dibawahnya
c. Kegunaan : 1. Fluorin: - fluorin untuk membuat freon (CFC) ; memisahkan isotop U-235
danU-238
- garam fluorin untuk pasta gigi
- HF untuk mensketsa kaca
2. Klorin: - bahan baku industri plastik, karet sintetis
- pembuatan CCl4 ; TEL; industri pestisida
- bahan desinfektan, pemutih (NaClO = clorox)
3. Bromin: - untuk pembuatan etilenbromida (zat aditif bensin bertimbal)
- untuk membuat AgBr (film fotografi)
4. Iodin : - untuk obat-obatan / antiseptik (iodoform, tinktur iodin)
- membuat AgI (film fotografi)
- dicampurkan dalam garam dapur (NaIO3)
3. LOGAM ALKALI
a. Sifat fisis : - Jari-jari atom bertambah, jari-jari ion bertambah
- Titik leleh berkurang
- Titik didih berkurang
- Kerapatan bertambah
- Energi ionisasi berkurang
- Keelektronegatifan berkurang
- Kekerasan berkurang, kecuali Kalium lebih keras daripada Natrium
- Potensial reduksi standar (Eo) bertambah, kecuali Lithium paling besar
b. Sifat kimia: - Reaksi dengan air (Li bereaksi pelan; Na bereaksi hebat, K, Rb, Cs
meledak jika dimasukkan ke dalam air)
2L(s) + 2 H2O(l) à 2LOH(aq) + H2(g)
- Reaksi dengan hydrogen
2L(s) + H2(g) à 2LH(s)
- Reaksi dengan oksigen
4L(s) + O2(g) à 2L2O(s) L = logam alkali
Jika oksigen berlebih:
2Na(s) + O2(g) à Na2O2(s)
L (s) + O2(g) à LO2(s) L = K, Rb, Cs
- Logam alkali reaktif terhadap air dan oksigen, karena itu disimpan dalam
cairan inert seperti minyak tanah
- Reaksi dengan halogen
2L(s) + X2 (g) à 2LX(s)
- Warna nyala : - Li merah , Na kuning , K ungu, Rb merah, Cs biru
c. Kegunaan: Natrium - untuk membuat senyawa –senyawa natrium
- untuk lampu kuning pada kendaraan atau lampu jalanan di daerah
Berkabut
4. LOGAM ALKALI TANAH
a. Sifat fisis : - Jari-jari atom bertambah, jari-jari ion bertambah
- Titik leleh berkurang
- Titik didih berkurang
- Kerapatan bertambah
- Energi ionisasi berkurang
- Keelektronegatifan berkurang
- Kekerasan berkurang
- Potensial reduksi standar (Eo) bertambah, kecuali Be Eo relatif kecil
(karena Energi ionisasi Be pertama dan kedua realtif besar
(CATATAN: Sifat fisis logam alkali tanah lebih besar dibanding logam alkali seperiode, karena alkali tanah mempunyai 2 elektron valensi sehingga ikatan logam lebih kuat)
b. Sifat Kimia : - Reaksi dengan air (Mg bereaksi lambat dengan air dingin, lebih cepat
dengan air panas; Be tidak bereaksi dengan air)
meledak jika dimasukkan ke dalam air)
M(s) + 2 H2O(l) à M(OH)2(aq) + H2(g)
- Reaksi dengan halogen
M(s) + X2 (g) à MX2(s)
- Reaksi dengan udara
2M(s) + O2(g) à 2MO(s)
3M(s) + N2(g) à M3N2(s)
- Reaksi dengan asam kuat (reaksi makin hebat dari Be ke Ba
M(s) + 2HCl(aq) à MCl2(aq) + H2(g)
- Warna nyala : Be putih, Mg putih, Ca jingga- merah , Sr merah, Ba
hijau-kuning
(CATATAN : Be bersifat amfoter (dapat bereaksi dengan asam kuat maupun dengan basa kuat
Be(s) + 2NaOH(aq) + 2H2O(l) à Na2Be(OH)4 (aq) + H2(g)
ATAU: Be(s) + 2NaOH(aq) à Na2BeO2 + H2(g) )
Reaksi khusus : Be(OH)2 + HCl(aq) à BeCl2 + H2O
Be(OH)2 + 2NaOH à Na2BeO2 + 2H2O atau
Be(OH)2 + 2NaOH à Na2Be(OH)4 (aq)
- Kelarutan senyawa logam alkali tanah
| Ion | OH - | SO4 2- | CO3 2- | CrO4 2- | C2O4 2- |
| Be 2+ | + (putih) | – | + – (putih) | – | – |
| Mg 2+ | + (putih) | – | + – (putih) | – | +– (putih) |
| Ca 2+ | + – (putih) | + – (putih) | ++ (putih) | – | + (putih) |
| Sr 2+ | – | + (putih) | ++ (putih) | + – (kuning) | + (putih) |
| Ba 2+ | – | + (putih) | ++ (putih) | + (kuning) | ++ (putih) |
(Keterangan : – = larut ; +– = sedikit larut ; + = tidak larut (sukar larut) )
5. AIR SADAH
Air sadah (hard water): air yang mengandung ion kalsium dan ion magnesium dalam jumlah yang cukup banyak
Penyebab utama kesadahan : kalsium hidrogen karbonat
CaCO3(s) + CO2(g) + H2O(l) à CaH(CO3)2 (aq)
Batu kapur air hujan
Jenis kesadahan :
a. Kesadahan sementara (temporary hardness) { Ca(HCO3)2 dan Mg(HCO3)2 }
Cara menghilangkan : pemanasan
Reaksi : Ca(HCO3)2 à CaCO3(s) + CO2(g) + H2O(l)
b. Kesadahan tetap (permanent hardness)
Cara menghilangkan :
1. Ditambah Natrium karbonat
CaSO4 + Na2CO3 à CaCO3(s) + Na2SO4 (aq)
2. Destilasi
3. Resin penukar ion
Keuntungan dan kerugian air sadah :
Keuntungan Kerugian
1. Persediaan kalsium banyak 1. Pemborosan sabun
2. Rasa lebih baik 2. Membentuk scum(pakaian kusam)
3. Senyawa Pb sukar larut 3. Membentuk karang
6. UNSUR PERIODE 3
a. Sifat fisis : - Jari-jari atom berkurang
- Titik leleh dan titik didih meningkat secara bertahap dan mencapai
puncaknya pada golongan IVA, kemudian turun secara drastis pada
golongan VA
Na, Mg, Al tinggi (ikatan logam); Si tertinggi (struktur kovalen raksasa);
P, S, Cl, rendah (molekul non polar); Ar terendah (monoatomik, Mr
kecil)
- Energi ionisasi bertambah
(Penyimpangan pada Mg (konfigurasi penuh) dan P (konfigurasi
setengah penuh)
- Keelektronegatifan bertambah
- Sifat logam berkurang , sifat non logam betambah
b. Sifat kimia : - Daya reduksi berkurang , daya oksidasi betambah
(Na reduktor terkuat , Cl oksidator terkuat)
- Na reaktif dengan air. Mg lambat, Al bereaksi dengan uap air panas
membentuk Al2O3 dan gas H2
- Si dapat bereaksi dengan klorin (SiCl4) dan oksigen (SiO2)
- Reaksi P dengan halogen dan oksigen
P4(s) + 6Cl2(g) à 4PCl3(g) (klorin terbatas)
P4(s) + 10Cl2(g) à 4PCl3 (g) (klorin berlebih)
P4(s) + 3Cl2(g) à P4O6(g) (oksigen terbatas)
P4(s) + 5Cl2(g) à P4Cl10 (g) (oksigen berlebih)
- Sifat basa menurun , sifat asam meningkat
HClO4 asam terkuat
CATATAN :
1. Al bersifat amfoter seperti Be
Reaksi : 2Al(s) + 2NaOH(aq) + 6H2O(l) à 2NaAl(OH)4 (aq) + 3H2(g)
ATAU: 2Al(s) + 2NaOH(aq) à 2NaAlO2 + H2(g) )
Reaksi khusus : Al(OH)3 + 3HCl(aq) à AlCl3 + 3H2O
Al(OH)3 + NaOH à NaAlO2 + 2H2O atau
Al(OH)3 + NaOH à NaAl(OH)4 (aq)
2. ALOTROPI : Suatu keadaan dimana suatu unsure mempunyai 2 bentuk berbeda karena
Proses pemanasan (sifat kimia sama, sifat fisika berbeda)
Ada 2 alotropi : - monotrop (bentuk kristal sama)
- enantiotrop (bentuk kristal beda)
Contoh : a. Phospor (monotrop)
Phospor putih (tetrahedron) <>oC > Phospor merah (polimer tetrahedron)
- sangat reaktif - tidak reaktif
- bersinar dalam gelap - tidak bersinar
- bersifat racun - tidak beracun
- mudah meleleh - sukar meleleh
- larut dalam CS2 - tidak larut dalam CS2
b. Belerang (enantiotrop)
S8 (rombis) <>oC > S8 (monoklin)
7. PENAMAAN ION KOMPLEKS
![]()



![]()
![]()
L = ion pusat (akseptor elektron)
X = Ligan (donor elektron) / penggeliling; dibagi 2 yaitu :
· Netral seperti H20 (aquo) ; NH3 (amin)
· Anion seperti Cl- (kloro) ; CN- (siano) ; F- (fluoro)
n = S ligan
m = muatan ion kompleks
Contoh Penamaan Senyawa :
Pada penamaan senyawa kompleks, ligan disebut lebih dahulu dari ion pusatnya.

Ion pusat = Co 3+
Ligan = F-
Bil koordinasi = 6
Muatan ion kompleks = -3
Jadi penamaannya : ion heksa fluoro kobaltat (III)

![]()
Ion pusat = Zn 2+
Ligan = NH3
Bil koordinasi = 4
Muatan ion kompleks = +2
Jadi Penamaanya : ion tetramin Seng (II)

Tetra amin tembaga (II) sulfat
8. UNSUR-UNSUR TRANSISI
a. SIFAT-SIFAT UMUM TRANSISI
1. SIFAT LOGAM.
2. BERSIFAT PARAMAGNETIK ( Sedikit tertarik ke dalam medan magnet )
3. MEMBENTUK SENYAWA-SENYAWA YANG BERWARNA
4. MEMPUNYAI BEBERAPA TINGKAT OKSIDASI
5. MEMBENTUK BERBAGAI MACAM ION KOMPLEKS
6. BERDAYA KATALITIK
a.1. SIFAT LOGAM UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT
· Tergolong logam(dalam sifat fisis maupun kimia)
· Memiliki energi ionisasi kecuali Zink relative rendah ; keelektronegatifan yg relative rendah.
· Akan membentuk kation tunggal dengan biloks +1, +2, +3
· Dengan oksidasi yang rendah , senyawa transisi bersifat ionik
a.2. SIFAT MAGNET(berdasar perilakunya dalam medan magnet)
· Diamagnetik : Zat sedikit ditolak oleh medan
· Paramagnetik :Sedikit ditarik oleh
· Feromagnetik :Ditarik kuat ke dalam medan magnet (co : Fe, Co, Ni )
Sifat magnet zat berkaitan dengan konfigurasi elektronnya.Semakin banyakk electron tak berpasangan semakin bersifat paramagnetic.
a.3. WARNA SENYAWA UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT
Warna senyawa ini berkaitan dengan adanya subkulit d yang terisi tidak penuh
misal : senyawa Sc 3+ dsn Ti 4+ tidak berwarna → subkulit 3dnya kosong
a. 4. TINGKAT OKSIDASI UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT
Unsur transisi periode empat memiliki tingkat oksidasi yang berbeda-beda:
Contoh : MnSO4 ; MnO2 ; K2MnO4 ; KMnO4
+2 +4 6+ +7
Bilangan oksidasi tertinggi = u + 2 ;
dimana u = banyaknya electron yang tak berpasangan
PEMBUATAN UNSUR-UNSUR TRANSISI
BESI
· Diolah dalam suatu tungku (tanur tiup/ blast furnace)
·
Bahan-bahan dalam pengolahan besi : Bijih besi, Kokas (C)→Reduktor, dan batu kapur (CaCo3) →Fluks
· Tahapan Pembuatan Besi
At 250 °C
3Fe2O3 +CO → 2Fe3O4 + CO2
At 600 °C
Fe3O4 +CO → 3FeO + CO2
At 1000 °C
FeO +CO → Fe + CO2
At 1300 °C
CO2 + C → 2CO
At 2000 °C
C+ O2 → CO2
Rx total :
Fe2O3 + 3CO(g) 2Fe(l) + 3CO2(g)
· Hasil dari tanur tiup (besi Gubal/ pig iron) berupa 95% besi dan 3-4% karbon, dan pengotor lainnya (Mn, Si, dll)
· Sebagian besar, gubal dapt diproses menjadi baja atau dicetak menjadi besi tuang.
· Besi tempa = besi Gubal dengan pengurangan carbon (lebih lunak dan tidak rapuh)
· Adalah logam yang paling luas dan banyak penggunaannya (14X), karena :
1. Biji besi melimpah
2. Pengolahan mudah dan murah
3. Sifat besi mudah dimodifikasi
· Kegunaan utama besi adalah untuk membuat baja ; logam-logam campur dari besi
· Cara pembuatan dari besi gubal :
1. Menurunkan kadar karbon dr 3-4% menjadi 0-15%
2. Menghilangkan pengotor (Si, Mn, P)
3. Menambahkan logam campur sesuai jenis baja yang dibuat (Ni, Cr)
Tembaga
· Adalah logam berwarna kuning merah dan logam yang kurang aktif.
· Bijih tembaga terpenting ialah kalkopirit (CuFeS2)
· Pemurnian tembaga dapat menggunakan elektrolisis.
· Penggunaan utama : Kabel listrik, selain itu = pembuat paduan logam
Contoh : Perunggu (Cu + Sn) dan Kuningan (Cu + Zn)) , perhiasan, senjata, alt music,
lonceng, dll
Timah, Kromium, Emas
TIMAH
· Timah adalah logam yang relative lunak, putih karat, tahan karat, terutama digunakan untuk kaleng kemasan)
· Kegunaan lain Timah adalah untuk logam campur,
Contoh: perunggu=timah, tembaga, dan zink ; solder=timah, timbel
· Kromium adalah logam sangat mengkilap, keras, tahan lama.
· Lebih dari separo produksinya digunakan industry logam dan sepertiganya refraktori (pelapis tahan panas tanur suhu tinggi, hingga 1857°C)
· Dalam industry: untuk membuat paduan (aliase) dengan besi, nikel, dan kobalt.
· Stainless steel mengandung 14% Kromium.
· Biasa dibuat pernik kendaraan bermotor.
EMAS
· Emas= logam mulia, kuning mengkilap, tahan karat, mudah ditempa, dapt diukur.
· Ditemukan sebagai unsur bebas.
· Punya massa jenis besar, sehingga pemisahannya dengan diayak.
· Butiran emas dapat dipisah menggunakan raksa, dan emas dapat dipisahkan dengan pemanasan.
.

.jpg)
No comments:
Post a Comment