Pagi yang cerah ketika burung-burung meliuk diangkasa, bersembunyi diawan-awan putih pada pelataran birunya langit, bak bersautan dengan tengadahnya tanganku menjulang tinggi, alunan zikirku melebihi nyanyian mega, dalam setiap jiwa kalbuku melebihi dalamnya samudra, tetesan rindu bolak-balik dalam bongkahan hati, semangkin jernih sampai ke jantung tubuh, dan duduk terdiam dalam kalbu nadi kalbuku.
Helahan nafas silih berganti berirama mengiringi nyanyian zikirku, semakin jauh masuk kedalam kalbu jiwaku akhirnya sampai pada ruh kalbuku.
Semakin dalam semakin jernih darah rinduku, dan semakin tenang bermukim rinduku pada-Mu.
Rabbi, kadang kakiku mulai gontai dilangkahkan, kadang nafasku mulai sesak, itu tubuh milik-Mu, tapi Rabb, kaki jantungku semangkin tegap melangkah, nafas kalbu jiwaku semangkin teratur, mengiringi tetesan darah menuju Asry-Mu, ohh, melayang jauh melebihi burung-burung itu, bersautanlah rindu cinta dalam ruh kalbuku, keharibaan-Mu melebihi sautan mega dalam pelataran langit biru.
Aku tertegun dalam aliran nada zikir, tersungkur sujud dalam sajadah bumi-Mu.
Berlipatan tangan dalam dekapan rindu, tersenyum dalam lambaian wajah-Mu dihatiku.
Satu kata, satu kalimat, satu rasa. Laa Ilaaha Illah Allah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

.jpg)
Ini lirik lagu ya??
ReplyDeletebagus banget liriknya, kaya puisi..